Politeknik merupakan jenjang pendidikan tinggi yang diarahkan pada kesiapan keahlian tertentu. Untuk itu, Politeknik menyediakan pengalaman belajar dan latihan yang memadai sebagai sarana membentuk kompetensi profesional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Saat ini, Indonesia memiliki 39 Politeknik yang berstatus Perguruan Tinggi Negeri yang tersebar di 22 provinsi di Indonesia.

Berikut kekurangan melanjutkan pembelajaran di Politeknik:

1. Jadwal yang disiplin serta padat pengaruhi aktivitas prioritasSelaku mahasiswa tentu tidak luput dengan tugas- tugas akademik tercantum bila sekolah di Politeknik. Jadwal yg padat serta tugas yang banyak membuat rata- rata mahasiswa Politeknik cuma fokus pada pendidikannya saja. Cuma sebagian mahasiswa yang masih aktif aktivitas organisasi. Sementara itu semacam yang kita tahu dengan turut organisasi menolong mahasiswa melatih soft skill buat bekal nanti sehabis lulus.

2. Jumlah sahabat terbatas.Politeknik mempunyai kuota belajar di kelas terbatas. Jumlah mahasiswa relatif senantiasa sama hingga lulus. Dapat ditentukan sahabat yang dipunyai cuma itu- itu saja bila dikala sekolah tidak dibarengi dengan menjajaki oraganisasi buat menaikkan jejaring sosial.

3. Sangat fokus dengan akademik.Sekolah di Politeknik memanglah terasa vibesnya semacam sekolah SMA sehingga rata- rata mahasiswanya lumayan" ambis" terhadap nilai akademik. Perihal ini membuat mayoritas mahasiswa enggan menjajaki lomba- lomba ataupun tertarik menjajaki student exchange sebab kepadatan agenda akademik. Serta terdapat kekhawatiran bila tertinggal mata kuliah ataupun praktek tertentu.